Workshop Pengelolaan Sampah Pura yang Berkelanjutan di Jaba Tengah Pura Ulundanu Batur

Workshop Pengelolaan Sampah Pura yang Berkelanjutan di Jaba Tengah Pura Ulundanu Batur

Pengelolaan pura di Bali era sekarang telah beradaptasi positif. Tidak sekedar pada aspek ibadah saja, akan tetapi juga melebar pada aspek pengelolaan lingkungan.

Yayasan Puri Kauhan Ubud bekerjasama dengan Kementerian LHK dan Universitas Mahasaraswati Denpasar menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Sampah Pura yang Berkelanjutan di Jaba Tengah Pura Ulundanu Batur, pukul 09.00 s.d. selesai tadi pagi. Penyelenggaraan kegiatan dilatarbelakangi oleh besarnya potensi timbulan sampah yang dihasilkan oleh 4.700 lebih pura di Pulau Bali. Sekitar 80%-nya adalah sampah organik. Timbulan sampah ini tentu harus dikelola dengan baik.

Dalam sambutannya saat mengawali Workshop, Perbekel Batur Utara menegaskan bahwa sampah merupakan salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan pura di wilayahnya. Hal itu terkendala oleh minimnya tenaga pemilah sampah, sarpras pengelolaan sampah yang belum memadai, dan ketidakadaan offtaker yang mengambil sampah anorganik. Oleh karena itu, keterlibatan para pihak di sini sangat diharapkan.

Sebagai wujud dukungan dan apresiasi terhadap pengelolaan sampah di pura, KLHK melalui P3E Bali Nusra – yang diwakili oleh Kabid Fasilitasi Pengendalian Pembangunan Ekoregion (Cok Istri Muter H., S.T., M.Si.) – menyerahkan bantuan 2 (dua) set tempat sampah terpilah, 1 (satu) unit motor sampah, dan 1 (satu) unit Gerobak Sampah kepada Pengempon Pura Ulundanu Batur. Bantuan Kementerian LHK berasal dari Anggaran Direktorat Penanganan Sampah Ditjen PSLB3 Tahun 2022.

Semoga peralatan pengelolaan sampah yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung Pengelolaan Sampah Pura yang Berkelanjutan, sesuai tema yang diangkat dalam workshop [DN].

Tim P3E Bali Nusra : Cok Istri Muter H., I Ketut Catur Marbawa, dan Bajawan Dewantara.

Top